Legenda Arsenal Sebut Ozil Sudah Sia-siakan Bakatnya

Legenda Arsenal, Emmanuel Petit gemas dengan kelakuan playmaker Mesut Ozil yang dianggapnya sudah menyia-nyiakan bakat hebatnya dengan penampilan angin-anginan yang dia tunjukkan selama ini.

Ozil belakangan mulai tersingkir dari skuad utama Arsenal asuhan Unai Emery. Gelandang tim nasional Jerman itu sama sekali belum bermain denfan Arsenal pada 2019 ini, penampilan terakhirnya terjadi pada pertandingan Boxing Day melawan Brighton & Hove Albion akhir tahun lalu.

Namun Emery sudah berkali-kali menyatakan bahwa alasan dirinya tidak memasukkan Ozil dalam skuad adalah murni karena taktik. Emery juga sempat membantah bahwa Ozil masuk daftar jual Arsenal.

Rasa Frustrasi Petit
Banyak pihak yang masih memberikan pembelaan terhadap penampilan angin-anginan dari Ozil. Namun Petit enggan mengeluarkan pembelaan. Pria yang membela Arsenal pada periode 1997 hingga 2000 silam itu terang-terangan mengungkapkan kekesalannya terhadap Ozil.

“Hal ini saya tidak habis pikir dengannya. Saya tak ingat kapan terakhr dia menjadi seniman di lapangan, sekarang ketika dia bertanya kita sudah tahu jawabannya. Dia sudah menyia-nyiakan talenta yang ia miliki” ujar Petit kepada Daily Mail.

Tampil Angin-Anginan
Lebih lanjut, Petit mengecam penampilan angin-anginan Ozil. Petit menyebut bahwa wajar jika Ozil dianggap sebagai kambing hitam kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018 karena bahasa tubuhnya di lapangan.

“Hal yang sama dilakukan Ozil di Arsenal dalam dua musim terakhir, dia tampil bagus dalam satu pertandingan, tapi tampil biasa saja di empat pertandingan lainnya. Secara mental dia sudah tidak di sana lagi,” tutur Petit.

Hilang Motivasi
Ozil memang telah meraih banyak kesuksesan dalam kariernya. Puncak prestasinya adalah ketika mengantarkan Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Petit menganggap pemain 30 tahun itu sudah kehilangan motivasi.

“Jika saya menjadi Ozil, ketika Anda memenangkan banyak gelar, terutama Piala Dunia, wajar ketika Anda tidak lagi menjadi starter, Anda berhenti bekerja, saya tidak memiliki target lagi. Saya bisa memahaminya,” demikian kata Petit.

Reply